Waterbombing dan Freefall dalam Penanganan Karhutla di Riau, Presiden Prabowo: Gunakan untuk Bantu Rakyat
Riau – Detikappi.com
Presiden Prabowo Subianto memastikan pemanfaatan waterbombing dan tim Pasukan Reaksi Cepat Penanggulan Bencana (PRCPB) yang melibatkan penerjun-penerjun freefall, saat ini menjadi salah satu upaya yang sangat membantu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
“Jadi saya minta titik panasnya itu, hotspotnya sudah? Segera, bor air, sudah mulai kita antisipasi. APD sudah cukup? Jadi tim yang terdekat sama titik api atau titik panas harus pakai APD? Tim freefall? Freefall-nya bisa pakai APD nggak? Pakai. Pakai ya? Bisa ya? Alatnya? Alatnya, oke. Bagus, bagus,” ujar Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Dalam laporannya, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo melaporkan bahwa saat ini lima helikopter waterbombing telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di Provinsi Riau. Menurutnya, strategi yang dilakukan tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga pencegahan agar api tidak meluas.
“Selama ini, kegiatan yang kami lakukan yang paling efektif adalah melakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca). Kadar tanah yang ada di wilayah Riau ini tidak seperti yang tahun lalu. Kita basahi sehingga cukup air untuk di dalam tanah. Kemudian proses pemadaman yang kita lakukan di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh pasukan darat, kita menggunakan helikopter waterbombing untuk memutus jalur agar tidak bisa lompat atau kebakarannya meluas ke sasaran yang lainnya,” ujar Agus.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa TNI telah membentuk Tim Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB). Tim tersebut diperkuat penerjun-penerjun freefall yang disiapkan untuk melakukan pemadaman secara langsung di lokasi tertentu yang sulit dijangkau.
“Kami sudah siapkan peterjun-peterjun terbaik untuk melaksanakan freefall di daerah-daerah tertentu untuk bisa secara langsung on the spot memadamkan api,” ujar Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengapresiasi langkah tersebut serta memastikan agar personel yang diterjunkan ke lokasi titik panas atau titik api dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Selain kemampuan freefall, jajaran juga menyiapkan metode lapeling, fast roping, paramotor, serta dukungan drone untuk membantu pemantauan dan penanganan titik-titik karhutla.
“Ini saya kira pertama kali ya kita lakukannya dalam sejarah ini ya. Bagus. Iya benar, jadi freefall itu jangan hanya untuk upacara saja, tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat. Baik, bagus,” ujar Kepala Negara.
Selain pemadaman dari udara, jajaran di Riau juga membangun sekat bakar dan sekat kanal sebagai strategi untuk mengendalikan pergerakan api. Sekat tersebut dibuat untuk memutus jalur api sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
“Ini Bapak Presiden cukup efektif, kita lebarkan karena lahan ini gambut, ketika pendinginan dia akan terbawa angin akan jadi lagi maka yang kita lakukan strategi sekarang ini yang bisa memotong jalur api agar tidak bisa melebar adalah dengan sekat bakar atau kontainer. Kemudian, sekat air, sekat kanal,” pungkas Agus.(Red)
(BPMI Setpres)
