Doa, Perjuangan, serta Kebanggaan Warnai Pelantikan Perwira TNI dan Polri di Istana

Doa, Perjuangan, serta Kebanggaan Warnai Pelantikan Perwira TNI dan Polri di Istana

Spread the love

Doa, Perjuangan, serta Kebanggaan Warnai Pelantikan Perwira TNI dan Polri di Istana

Jakarta – Detikappi.com

Halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026, dipenuhi senyum, pelukan hangat, dan air mata haru usai Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026. Momen pelantikan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi puncak perjalanan panjang para perwira muda yang berhasil mewujudkan cita-cita mereka setelah melewati pendidikan yang penuh tantangan.

Bagi Letnan Dua Laut Muhammad Afdal asal Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, penyematan pangkat perwira bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga buah dari impian yang telah dipupuk sejak kecil. Kebanggaan itu semakin lengkap karena ia dapat berbagi kebahagiaan bersama kedua orang tuanya yang selama ini menjadi sumber kekuatan terbesar.

“Kesannya pertama kali menyandang pangkat perwira ini merasa bangga sekali. Dengan perjuangan yang dari saya cita-citakan dari kecil sampai sekarang, akhirnya bisa terwujud. Saya sangat bangga,” ujar Afdal.

Kebahagiaan yang sama dirasakan kedua orang tua Afdal. Dengan latar belakang sebagai pedagang kue di pasar, mereka tak pernah membayangkan dapat mengantarkan putranya menjadi perwira TNI dari Kabupaten Kolaka Timur.

“Alhamdulillah bahagia sekali karena tidak menyangka kami sebagai orang tua merasa terharu, senang, dan bahagia sehingga anak kami bisa sampai ke titik ini,” ujar sang ayah.

Rasa syukur juga terpancar dari Inspektur Polisi Dua Afifah Azani asal Padang, Sumatra Barat. Berdiri di Istana Negara sebagai seorang perwira Polri merupakan impian yang telah lama ia perjuangkan.

“Alhamdulillah saya merasa bersyukur saya dapat berdiri di Istana Negara ini dan bertemu dengan kedua orang tua saya. Sungguh ini cita-cita dan impian saya dari sejak lama,” kata Afifah.

Di sisi lain, orang tua Afifah tak mampu menyembunyikan rasa bangga melihat putri mereka berdiri tegap sebagai seorang perwira. Sang ibu menggambarkan Afifah sebagai pribadi yang kuat dan pantang menyerah dalam mengejar cita-citanya.

“Saya sangat-sangat bangga mendampingi putri saya di Istana pada saat ini. Kakak Afifah ini sosoknya orang yang kuat, semangat untuk mencapai cita-cita yang Afifah impikan,” ucapnya.

Cerita penuh makna juga datang dari Dimas Ezra Perwira TNI AD asal Solo. Baginya, dilantik langsung oleh Presiden di Istana Merdeka merupakan pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarganya.

“Tentunya sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya dan keluarga saya karena baru pertama kali saya menginjakkan kaki di sini. Dan tentunya saya sendiri menjadi sebuah kebanggaan keluarga karena saya satu-satunya yang bisa masuk ke Akademi Militer dan bisa meneruskan cita-cita dari keluarga,” ujar Dimas.

Sang ibu pun mengenang panjangnya perjuangan putranya hingga akhirnya berdiri sebagai perwira di halaman Istana Merdeka. Hal senada juga disampaikan sang ayah yang sejak kecil melihat cita-cita putranya untuk menjadi tentara.

“Anak ini dari kecil memang cita-citanya masuk tentara. Jadinya kita sangat bangga sekali Dimas Ezra ini bisa menjadi seorang abdi negara yang baik supaya nantinya ke depannya bisa dapat menjadi berkat bagi bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya.(Red)

 

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *