Wakil Bupati Meranti Cek Posko Karhutla, Ingatkan Ancaman Terbesar Datang dari Manusia
Detikappi.com – MERANTI
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, meninjau Pos Jaga Penanggulangan Bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jalan Dorak, Selatpanjang, Jumat malam (14/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Di hadapan petugas, Muzamil mengapresiasi kerja keras seluruh personel dalam menjaga kondisi Kepulauan Meranti tetap terkendali dari ancaman titik api.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan terima kasih. Sampai hari ini kondisi daerah kita masih dapat dikendalikan. Ini hasil kerja keras seluruh petugas,” ujarnya.
Menurut Muzamil, musim kemarau tidak secara langsung menyebabkan kebakaran. Faktor manusia justru menjadi salah satu ancaman terbesar, terutama melalui aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Kondisi tersebut menjadi semakin berisiko di Meranti yang didominasi lahan gambut. Api yang tampak padam di permukaan, kata Muzamil, masih dapat menyala di lapisan bawah tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
“Yang perlu kita waspadai adalah faktor manusianya. Jangan sampai ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Muzamil menyebut Provinsi Riau termasuk enam provinsi prioritas nasional dalam penanganan karhutla karena memiliki kawasan gambut yang rentan terbakar. Lima provinsi lainnya yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Ia juga mengingatkan bahwa modifikasi cuaca tidak selalu dapat dilakukan pada musim kemarau karena membutuhkan keberadaan awan yang dapat disemai. Karena itu, pencegahan dan kesadaran masyarakat menjadi langkah utama dalam mengantisipasi karhutla.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, lanjutnya, telah melakukan konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Upaya pencegahan juga melibatkan TNI-Polri, lembaga adat, Majelis Ulama Indonesia, sekolah, serta berbagai elemen masyarakat.
“Pencegahan harus kita lakukan bersama. Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.
Menutup arahannya, Muzamil meminta seluruh personel tetap bekerja maksimal meski menghadapi keterbatasan anggaran.
“Jangan jadikan keterbatasan anggaran mengurangi dedikasi kita. Menyelamatkan kampung dan lahan dari kebakaran adalah amal besar bagi kita semua,” tutur Wabup Kepulauan Meranti itu.(Indo)
